Logo
Loading...
Kembali Ke Pencarian
Bagikan

Rumah Untuk Alie

Alie Ishala Samantha, 16 tahun, tak pernah mengira hidupnya akan sepelik ini. Semula, dia hidup dalam keluarga yang penuh cinta, dan rumah yang selalu memeluknya. Namun, dituduh menjadi penyebab meninggalnya Bunda Gianla lima tahun lalu, segalanya berubah dalam semalam. Sebutan "pembunuh” pun disematkan dalam dirinya, dan dia terus mendapatkan penolakan dan rasa sakit dari ayah dan keempat kakaknya: Sadipta, Rendra, Samuel, dan Natta. Hidup Alie kini terasa bagai neraka. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, malah menjadi tempat penyiksaan fisik dan mentalnya. Pertanyaan ini pun kerap menghampiri Aliez sampai kapan dia harus mengalami ini semua? Akanlcah rumah ini kelak akan menjadi rumah lagi untuknya?
Pengarang Lenn Liu
Penerbit Depok : PT. Tekad Media Cakrawala , 2025.
Deskripsi Fisik 259 hlm .: Ilus .; 20cm.
ISBN 978-623-09-7961-3
Subjek Novel Indonesia
Bahasa IND
No. Panggil 813
LEN
r.3 (3)
2026
Warna Label DDC 800 : Kesusastraan
No. Barcode ID Status Akses Ketersediaan Lokasi Ruangan
1 000166513 Baca Ditempat Tersedia Muhammad Yusuf Al Ahmadi
2 000166514 Bisa Dipinjam Sedang Dipinjam Muhammad Yusuf Al Ahmadi
3 000166515 Bisa Dipinjam Sedang Dipinjam Muhammad Yusuf Al Ahmadi
Tag Indi1 Indi2 Isi
LEADER 2vwtd
005 20260220085703
008 # # 260220s0******
020 $a 978-623-09-7961-3
041 $a IND
082 $a 813
100 $a Lenn Liu
245 $a Rumah Untuk Alie / $c Lenn Liu
250 $a Cet 12
260 $a Depok : $b PT. Tekad Media Cakrawala , $c 2025.
300 $a 259 hlm .: $b Ilus .; $c 20cm.
520 Alie Ishala Samantha, 16 tahun, tak pernah mengira hidupnya akan sepelik ini. Semula, dia hidup dalam keluarga yang penuh cinta, dan rumah yang selalu memeluknya. Namun, dituduh menjadi penyebab meninggalnya Bunda Gianla lima tahun lalu, segalanya berubah dalam semalam. Sebutan "pembunuh” pun disematkan dalam dirinya, dan dia terus mendapatkan penolakan dan rasa sakit dari ayah dan keempat kakaknya: Sadipta, Rendra, Samuel, dan Natta. Hidup Alie kini terasa bagai neraka. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, malah menjadi tempat penyiksaan fisik dan mentalnya. Pertanyaan ini pun kerap menghampiri Aliez sampai kapan dia harus mengalami ini semua? Akanlcah rumah ini kelak akan menjadi rumah lagi untuknya?
650 $a Novel Indonesia